Wacana Perpindahan Ibukota Baru Bogor Timur di Sukaresmi Sukamakmur, Menuai Gelombang Penolakan

Pemerintah 28 May 2026 15:15 2 min read 30 views By admin

Share berita ini

Wacana Perpindahan Ibukota Baru Bogor Timur di Sukaresmi Sukamakmur, Menuai Gelombang Penolakan
Aspirasi warga Kecamatan Gunung Putri: Menilai Pemindahan Ibukota ke Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Memperpanjang Jarak Pelayanan Administrasi.

BOGOR RESPONS – Rencana pemindahan pusat pemerintahan atau ibukota calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur dari Kecamatan Jonggol ke Kecamatan Sukaresmi terus memicu polemik. 

 

Kebijakan ini dinilai memunculkan gelombang penolakan dari sejumlah elemen masyarakat di wilayah bagian bawah Bogor Timur.

 

Menanggapi dinamika tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin (Junsam), memberikan pandangannya terkait proses administrasi dan gejolak yang saat ini tengah terjadi di tingkat akar rumput.

 

Proses Administrasi Masih Berjalan di Presidium

 

Menurut Junaidi Samsudin, perubahan lokasi ibukota dari Jonggol ke Sukaresmi pada dasarnya merupakan bagian dari proses administrasi yang saat ini sedang dikawal dan digodok oleh jajaran pengurus Presidium Bogor Timur.

 

"Kalau untuk perubahan dari Jonggol ke Sukaresmi, ini kan hanya administrasi lah, sedang diproses oleh teman-teman presidium, ya," ujar Junsam saat memberikan keterangan kepada media, Senin (25/5/2026).

 

Ia berharap tahapan administratif ini tidak menemui kendala yang berarti ke depannya, sehingga persiapan pemekaran wilayah wilayah Bogor Timur bisa tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

Mendengar Riak-riak Penolakan dari Warga Kecamatan Gunung Putri

 

Kendati menganggapnya sebagai proses administratif, Junsam tidak menampik adanya riak-riak ketidakpuasan yang muncul dari masyarakat di bawah. Salah satu wilayah yang paling santer menyuarakan keberatan adalah warga di wilayah Kecamatan Gunung Putri.

 

"Ya mudah-mudahan itu tidak ada kendala, walaupun memang di bawah ada riak-riak gitu kan. Khususnya untuk Kecamatan Gunung Putri ini," ungkap Junsam.

 

Gelombang penolakan ini menjadi catatan penting bagi pihak-pihak terkait agar proses pemekaran wilayah tetap mengedepankan asas keadilan dan kemudahan bagi seluruh warga Bogor Timur.

 

Alasan Jarak Pelayanan yang Semakin Jauh

 

Lebih lanjut, legislator dari Kabupaten Bogor ini membeberkan alasan utama di balik penolakan warga Gunung Putri. Faktor geografis dan aksesibilitas menuju pusat pemerintahan yang baru menjadi beban pikiran utama bagi masyarakat setempat.

 

"Saya mendengar informasi, dengan pindahnya ke Sukamakmur (Sukaresmi), itu lebih jauh lagi," tambah Junsam.

 

Jarak yang semakin jauh ke arah Sukaresmi dikhawatirkan akan menyulitkan warga dalam mengakses pelayanan publik di masa depan. Meski demikian, Junsam berharap agar polemik ini segera menemukan solusi terbaik demi kemaslahatan bersama masyarakat Bogor Timur.

PT Bogor Respons Milenial