Menakar Pesona Kiarasari, Desa Wisata di Bogor Berbasis Tradisi yang Tembus 7.000 Pengunjung Saban Bulan
BOGOR RESPONS — Potensi pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bogor makin menunjukkan eksotisme alam berpadu Pelestarian Kearifan Lokal di Bumi Tegar Beriman.
Desa Wisata Kiarasari yang terletak di kawasan Bogor Barat kini menjelma menjadi destinasi favorit yang mampu menyedot perhatian ribuan wisatawan setiap bulannya. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Dapil V Fraksi PKB, Nurodin Jaro Peloy.
Melalui unggahan di akun TikTok resminya (@nurodin_jaropeloy), legislator yang akrab disapa Jaro Peloy ini membagikan momen kunjungan lapangannya sekaligus mempromosikan pesona desa setempat.
Jaro Peloy mengungkapkan, rintisan kampung wisata yang dimulai sejak 2017 lalu kini membuahkan hasil manis. Perkembangan infrastruktur dan daya tarik wisata di Kiarasari melaju sangat pesat.
"Alhamdulillah, perkembangannya luar biasa. Tercatat dalam satu bulan paling sedikit ada 7.000 orang yang berkunjung ke Desa Wisata Kiarasari," ujar Nurodin dalam unggahan videonya.
Selain menyuguhkan udara segar dan lanskap hijau khas pegunungan Bogor, keberadaan Curug Cidurian yang eksotis menjadi salah satu benteng utama daya tarik Kiarasari.
Namun, tak hanya sekadar menjual pemandangan alam, Desa Kiarasari menawarkan pengalaman autentik yang jarang ditemukan di tempat lain atraksi bertani tradisional.
Masyarakat setempat masih teguh mempertahankan tradisi Ngagaru, yaitu proses mengolah tanah sawah secara manual memanfaatkan cangkul dan tenaga kerbau.
Menurut Jaro Peloy, pertunjukan budaya dan praktik pertanian tradisional ini sangat krusial untuk dirawat demi menjaga identitas lokal sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat perkotaan.
Jaro Peloy tak sekadar memantau atau berswafoto. Dengan gaya khasnya yang komunikatif dan humoris, ia mengajak masyarakat urban untuk sejenak melepas penat dan merasakan langsung kehidupan di lembur (kampung).
Ia bahkan bersiap terjun langsung ke lumpur sawah bersama para petani lokal untuk memberikan contoh nyata dukungan terhadap pariwisata berbasis masyarakat.
"Ulah ngevlog bae, ayeuna mah urang macul! (Jangan cuma ngevlog saja, sekarang waktunya kita mencangkul!)" pungkasi Jaro Peloy penuh semangat.
Melalui kombinasi kelestarian alam, kekuatan tradisi Ngagaru, serta dukungan dari berbagai pihak, Desa Wisata Kiarasari membuktikan bahwa menjaga nilai-nilai leluhur mampu memutar roda perekonomian warga lokal secara berkelanjutan.
Related Articles