Progres Pemekaran Bogor Timur: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Matangkan Nomenklatur 'Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru'
BOGOR RESPONS – Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur terus menunjukkan progres signifikan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Daerah kini tengah mematangkan strategi akselerasi dengan fokus pada pengembangan infrastruktur dan pemetaan potensi wilayah.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin (Junsam), menegaskan bahwa seluruh elemen legislatif berkomitmen penuh mengawal program akselerasi ini. Targetnya, persiapan infrastruktur penunjang dapat rampung secara bertahap hingga tahun 2028.
Strategi Nomenklatur demi Menghindari Hambatan Regulasi
Langkah taktis diambil oleh jajaran pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor terkait penyiapan calon ibu kota DOB Bogor Timur. Dibanding menggunakan istilah yang belum diakui secara regulasi pusat, pemerintah memilih fokus pada nomenklatur Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru.
"Kenapa disebut pertumbuhan ekonomi baru? Karena kalau kita gaungkan istilah 'calon ibu kota', nomenklaturnya di pusat belum ada, jadi operasionalnya bisa terkunci di situ. Makanya, untuk persiapan menuju ke sana, kita mengacu pada pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik di wilayah barat maupun timur," ujar Junsam, Senin (25/5/2026).
Langkah ini mencakup pembangunan masif pada sektor infrastruktur jalan, gedung-gedung pemerintahan, serta fasilitas pelayanan publik yang terintegrasi.
Dinamika Pergeseran Pusat Administrasi ke Sukamakmur
Mengenai aspek administratif, saat ini sedang berjalan proses penyesuaian terkait rencana perpindahan pusat kegiatan atau titik koordinat utama dari Jonggol ke Sukamakmur.
Pihak DPRD Kabupaten Bogor memaklumi jika muncul dinamika atau riak kecil di tengah masyarakat bawah, salah satunya dari warga Kecamatan Gunungputri yang mengkhawatirkan jarak tempuh pelayanan yang menjadi lebih jauh.
Meski demikian, legislatif optimistis pihak presidium pemekaran mampu merampungkan kendala administrasi ini dengan baik.
"Ini hanya masalah administrasi yang sedang diproses oleh teman-teman presidium. Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti dan segera ditemukan jalan keluar terbaik bagi semua pihak," tambahnya.
Memetakan Sektor Unggulan: Kolaborasi Pertanian dan Industri
Untuk menopang kemandirian calon daerah otonomi baru ini kelak, tata ruang Bogor Timur akan dipetakan secara ketat berdasarkan potensi wilayahnya. Sektor pertanian dan industri diproyeksikan menjadi dua motor penggerak utama perekonomian masyarakat.
DPRD Kabupaten Bogor berjanji akan mengawal ketat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar ekspansi kawasan industri tidak sampai menggusur lahan pertanian produktif yang menjadi sumber pangan lokal.
"Di timur itu potensinya besar di sektor pertanian, dan rencana kawasan industri juga sudah disiapkan di sana. Tugas kita sekarang adalah memetakan semuanya secara presisi agar berjalan sesuai fungsi dan peruntukan tata ruangnya," pungkas Junaidi Samsudin.
Related Articles