Gunakan Uang Rakyat Rp45,9 Miliar, Rekonstruksi Jembatan Wika Bogor Mulai Dibongkar Tanpa Transparansi Gambar Proyek

Pemerintah 28 May 2026 19:03 3 min read 30 views By admin

Share berita ini

Gunakan Uang Rakyat Rp45,9 Miliar, Rekonstruksi Jembatan Wika Bogor Mulai Dibongkar Tanpa Transparansi Gambar Proyek
Urat Nadi Baru: Alat berat mulai menghancurkan struktur lama Jembatan Wika demi membangun konektivitas yang lebih aman bagi warga Gunung Putri dan Klapanunggal.

BOGOR RESPONS – Proyek rekonstruksi total Jembatan Wika resmi dimulai. Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antara Desa Tlajung Udik di Kecamatan Gunung Putri dan Desa Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor ini, kini sedang dalam tahap pembongkaran awal menggunakan alat berat.

 

Proyek besar ini berada di bawah kendali Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Provinsi Jawa Barat. 

 

Pengerjaan jembatan ini dipercayakan kepada pihak penyedia jasa, PT. Tri Manunggal Karya, dengan target penyelesaian selama 230 hari kalender atau sekitar enam hingga tujuh bulan ke depan.

 

Sudah Berusia 36 Tahun, Kondisi Beton Tak Lagi Layak

 

Keputusan untuk merombak total jembatan ini bukan tanpa alasan. Mengutip salah satu media online bogor, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, membenarkan kabar rekonstruksi total jembatan di perbatasan Gunung Putri-Klapanunggal tersebut.

 

”Jembatan Wika sudah berumur. Pertama kali dibangun sekitar tahun 1990-an, sekarang sudah 2026. Memang sudah layak direkonstruksi total, betonnya juga sudah tidak layak,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

 

Meski mendukung penuh perbaikan ini, Ujang tidak menampik adanya kekhawatiran terkait dampak sosial selama proses pembangunan, terutama mengenai kesiapan jalur alternatif yang akan dilewati oleh masyarakat selama penutupan berlangsung.

 

Akses Kendaraan Besar Ditutup, Hanya Motor yang Bisa Melintas

 

Pantauan langsung di lokasi proyek menunjukkan aktivitas pekerja yang mulai padat. Dentuman alat berat yang menghancurkan beton lama menciptakan atmosfer tegang di sekitar area, di tengah hilir mudik pengendara roda dua yang melintas dengan ekstra hati-hati.

 

Akibat pembongkaran ini, akses jalan otomatis diperketat. Kendaraan berukuran besar dipastikan tidak dapat melewati jalur ini dan harus mencari rute lain. 

 

Saat ini, hanya sepeda motor dan kendaraan kecil darurat saja yang masih diperbolehkan melintas secara perlahan. Warga diimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi kemacetan di jam-jam sibuk akibat penyempitan jalur di titik rekonstruksi.

 

Anggaran Fantastis Rp 45,9 Miliar, Warga Pertanyakan Desain Jembatan

 

Nilai proyek yang fantastis, yakni mencapai Rp 45.982.294.553,00 (Empat puluh lima miliar sembilan ratus delapan puluh dua juta dua ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus lima puluh tiga rupiah), tak pelak mengundang perhatian dan pertanyaan dari masyarakat setempat.

 

Salah seorang pengendara motor, Athan, mengungkapkan rasa penasarannya terkait hasil akhir dari jembatan senilai puluhan miliar uang rakyat tersebut. Pasalnya, di lokasi proyek tidak terpajang papan informasi visual mengenai bentuk jembatan baru nanti.

 

"Namun yang jadi pertanyaan saya, dananya lumayan juga ya. Kalau sudah jadi seperti apa itu? Karena tidak ada gambar jembatannya terpajang di lokasi," keluh Athan saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5/2026).

 

Terkait detail teknis anggaran dan kerja sama, pihak PUPR Kabupaten Bogor menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah provinsi. 

 

”Kalau anggaran saya tidak tahu pasti, karena status jalannya milik provinsi. Apakah bekerja sama dengan PT Wika, karena di sana juga ada tempat produksi gelagar jembatan,” pungkas Ujang Supardi.

PT Bogor Respons Milenial