Bukan Sekadar Jalan, Bupati Bogor Sulap Koridor 8 Km Tegar Beriman-Bomang Jadi Pusat Ekonomi Baru

Pemerintah 07 Jun 2026 14:03 3 min read 17 views By admin

Share berita ini

Bukan Sekadar Jalan, Bupati Bogor Sulap Koridor 8 Km Tegar Beriman-Bomang Jadi Pusat Ekonomi Baru
Menyambung Akses, Menumbuhkan Ekonomi, Memperkuat Ketahanan Pangan: Menuju Cetak Biru Kabupaten Bogor Masa Depan.

BOGOR RESPONS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mematangkan langkah strategis dalam mengintegrasikan pembangunan infrastruktur wilayah dengan penguatan sektor pangan dan ekonomi kemasyarakatan. 

 

Langkah ini diwujudkan melalui rencana pengembangan kawasan terpadu yang diproyeksikan menjadi model pembangunan masa depan di Bumi Tegar Beriman.

 

Rencana besar tersebut dibahas secara mendalam dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Pendopo Bupati Bogor, Jumat (5/6/2026). 

 

Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh jajaran Komando Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana, Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor, para pegiat lingkungan, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bogor.

 

Konektivitas Wilayah: Jalan 4 Lajur dan Target Fly Over 2027

 

Salah satu agenda utama yang menjadi motor penggerak kawasan terpadu ini adalah pembangunan akses jalan utama yang menghubungkan kawasan pusat pemerintahan Tegar Beriman langsung menuju Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang). 

 

Jalur penghubung yang akan dibangun sepanjang 8 kilometer tersebut dirancang menjadi jalan raya empat lajur guna mengakomodasi volume kendaraan yang tinggi.

 

Proyek infrastruktur ini ditargetkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah secara signifikan, sekaligus mengurai simpul-simpul kemacetan yang selama ini terjadi di sejumlah titik strategis. 

 

Tidak hanya berhenti pada perluasan jalan, Pemkab Bogor juga mengonfirmasi kesiapan peta jalan konstruksi jembatan layang (fly over). Struktur layang ini akan ditempatkan di persimpangan krusial pada kawasan tersebut dan ditargetkan mulai memasuki tahapan konstruksi fisik pada tahun 2027 mendatang.

 

Visi Bupati Bogor :Pembangunan Fisik Harus Berdampak Multisektoral

 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan koridor sepanjang 8 kilometer ini mengusung filosofi pembangunan yang holistik. Ia menyatakan dengan tegas bahwa orientasi pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada pembangunan fisik semata yang hanya menyentuh aspek semen dan beton.

 

Menurut Rudy, proyek infrastruktur skala besar harus diadopsi sebagai stimulus yang mampu menghadirkan multiplier effect (efek berganda), baik bagi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat maupun dalam memperkokoh ketahanan pangan di tingkat daerah.

 

“Kita tidak ingin hanya membangun jalan. Koridor ini harus menjadi kawasan yang produktif, menjadi etalase potensi Kabupaten Bogor, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitarnya,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.

 

Zonasi Tematik: Etalase Sektor Perikanan dan Peternakan Unggulan

 

Guna menerjemahkan visi tersebut ke dalam implementasi teknis, Bupati Rudy Susmanto menginstruksikan secara khusus kepada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor untuk segera menyusun masterplan zonasi di sepanjang koridor baru tersebut. 

 

Diskanak diarahkan untuk merancang dan membangun titik-titik kawasan tematik yang menonjolkan komoditas unggulan lokal.

Melalui integrasi tata ruang yang matang, koridor 8 kilometer ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur logistik dan transportasi, melainkan juga bertransformasi sebagai pusat edukasi, agro-wisata, dan pasar modern produk perikanan serta peternakan. 

 

Kawasan ini disiapkan menjadi etalase hidup yang memperlihatkan ekosistem hulu-ke-hilir potensi pangan Kabupaten Bogor, sekaligus membuka ruang usaha baru yang luas bagi pelaku ekonomi lokal.

PT Bogor Respons Milenial