Tak Ingin Warganya Putus Sekolah Akibat Zonasi, Kades Cimanggis Gedor SMAN dan SMKN 1 Bojonggede

Pendidikan 25 Jun 2026 18:57 3 min read 44 views By admin

Share berita ini

Tak Ingin Warganya Putus Sekolah Akibat Zonasi, Kades Cimanggis Gedor SMAN dan SMKN 1 Bojonggede
Menembus Tembok Regulasi, Menjamin Hak Belajar untuk Masa Depan Cerah Generasi Bogor.

BOGOR RESPONS – Pemerintah Desa (Pemdes) Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, terus bergerak cepat mengantisipasi berbagai persoalan klasik dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

 

Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), Pemdes Cimanggis melakukan langkah jemput bola guna memastikan anak-anak usia sekolah di wilayahnya mendapatkan hak akses pendidikan yang layak di sekolah negeri terdekat.

 

Kepala Desa Cimanggis, Abdul Aziz Anwar, secara khusus menggelar rangkaian koordinasi intensif ke dua institusi pendidikan menengah atas di wilayahnya, yakni SMAN 1 Bojonggede dan SMKN 1 Bojonggede. 

 

Langkah strategis ini ditempuh guna membedah potensi hambatan administratif serta mengoptimalisasi penyerapan jalur zonasi demi kepentingan warga lokal.

 

Prioritaskan Anak Desa, Kawal Ketat Sistem Seleksi PPDB

 

Kades Cimanggis, Abdul Aziz Anwar, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan membiarkan ada satu pun anak di Desa Cimanggis yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri terdekat akibat carut-marut kendala administratif ataupun tidak terserapnya kuota zonasi wilayah.

 

"Kita harus memastikan sistem zonasi ini benar-benar memberikan keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat sekitar. Koordinasi langsung dengan SMAN 1 dan SMKN 1 Bojonggede menjadi sangat krusial agar hak belajar pemuda di desa kami bisa terlindungi penuh. Kuota wilayah ini murni hak warga kami," tegas Abdul Aziz Anwar.

 

Pihak Sekolah Beri Respons Positif, Tekankan Ketertiban Data Kependudukan

 

Upaya proaktif dari pucuk pimpinan Desa Cimanggis ini langsung disambut hangat oleh manajemen kedua sekolah negeri tersebut. 

 

Kepala Sekolah SMAN 1 Bojonggede, Drs. Pandi, mengapresiasi tinggi keterlibatan langsung pemerintah desa dalam mengawal keberlangsungan pendidikan warganya. Menurutnya, kolaborasi semacam ini akan memperkuat transparansi data selama PPDB berlangsung.

 

"Kami menyambut baik perhatian luar biasa dari Pak Kades Abdul Aziz Anwar. Pada dasarnya, SMAN 1 Bojonggede berkomitmen penuh untuk mengakomodir calon siswa dari area ring satu sesuai dengan pagu regulasi yang telah digariskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sinergi ini penting demi iklim PPDB yang tertib dan kondusif," ungkap Drs. Pandi.

 

Di sisi lain, respons senada juga disampaikan oleh manajemen SMKN 1 Bojonggede. Perwakilan Kepala Sekolah (Wakasek) SMKN 1 Bojonggede menyatakan kesiapannya dalam menyerap bibit-bibit muda potensial dari Desa Cimanggis yang berniat menekuni jalur vokasi atau kejuruan. 

 

Kendati demikian, pihak sekolah memberikan catatan tegas mengenai pentingnya validitas dokumen administrasi para pendaftar sejak dini.

 

"Pintu kami terbuka lebar untuk putra-putri terbaik dari Desa Cimanggis. Namun, kami juga menitipkan pesan melalui pihak Pemdes agar warga benar-benar menyiapkan dokumen kependudukan asli, seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP orang tua yang valid dan sah dari Desa Cimanggis, agar tidak ada kendala verifikasi data di kemudian hari," papar perwakilan SMKN 1 Bojonggede.

 

Siap Bergerak Menuju Kabupaten Hingga Provinsi Demi Target 'Cimanggis Nomor Satu'

 

Keseriusan Abdul Aziz Anwar dalam mengawal hak belajar warganya ternyata tidak hanya berhenti sampai di level koordinasi sekolah. Ia memastikan akan terus memantau proses seleksi hingga akhir. Apabila di kemudian hari ditemukan aturan atau kendala teknis yang terbukti merugikan dan membatasi hak akses anak-anak Desa Cimanggis untuk bersekolah, ia menegaskan tidak akan segan melayangkan aspirasi ke tingkatan yang lebih tinggi.

 

"Perjuangan kami tidak berbatas pada tingkat kecamatan saja. Bila dinamika di lapangan menghambat hak belajar warga, kami siap membawa rekomendasi dan aspirasi ini langsung menghadap Bupati Bogor, bahkan hingga ke meja Gubernur Jawa Barat di Bandung," ujar Kades Cimanggis.

 

"Aturan itu dibuat untuk mempermudah masyarakat, bukan menjadi batu sandungan. Kami berkomitmen penuh membawa visi 'Cimanggis Nomor Satu' di sektor pendidikan," sambungnya.

 

Melalui langkah koordinasi yang taktis, sinergi yang kokoh antara Pemdes Cimanggis, SMAN 1 Bojonggede, dan SMKN 1 Bojonggede ini diproyeksikan mampu memangkas angka putus sekolah di wilayah setempat sekaligus melahirkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

PT Bogor Respons Milenial