Ada Apa!!! Wakil Bupati Bogor Diserang Komentar Pedas Warganet, Akun KPK dan Kejaksaan RI Ramai-ramai di Tag
BOGOR RESPONS – Sorotan tajam kini tengah mengarah pada Wakil Bupati Bogor, H. Ade Ruhandi, atau yang akrab disapa Jaro Ade.
Lonjakan drastis pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya memicu reaksi keras dari warganet. Alhasil, akun media sosial resmi @official.kpk dan @kejaksaan.ri dibanjiri sebutan (tag) dari netizen yang mendesak penegak hukum turun tangan.
Isu ini mencuat ke permukaan setelah akun Instagram @kasuspedia mengupas dinamika pertumbuhan aset sang Wakil Bupati dalam beberapa tahun terakhir, yang dinilai publik menyisakan tanda tanya besar terkait kewajarannya.
Kewenangan Strategis: Memimpin Proyek Akselerasi Infrastruktur
Sejak mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade langsung memegang kendali penuh sebagai Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan. Jabatan strategis ini memberikan otoritas besar dalam memimpin eksekusi pembebasan tanah untuk sembilan proyek infrastruktur prioritas di wilayah Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data yang diulas @kasuspedia, salah satu agenda besar di bawah koordinasinya adalah pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tambang Bogor Barat yang menguras anggaran hingga Rp40 miliar. Di luar itu, terdapat rentetan proyek infrastruktur penunjang lain dengan akumulasi alokasi dana mencapai puluhan miliar rupiah.
Otoritas ini menempatkan Jaro Ade pada posisi sentral. Ia berwenang mengomandoi koordinasi lintas sektoral bersama para camat dan kepala desa, sekaligus menjadi figur kunci yang menentukan titik-titik lokasi prioritas sebelum rencana pengadaan lahan tersebut diumumkan secara resmi ke publik.
Melacak Grafik Kekayaan: Anomali Sektor Properti
Garis lini masa jabatan tersebut rupanya berjalan linier dengan meroketnya nilai kekayaan pribadi Jaro Ade. LHKPN tahun 2024 yang dikutip @kasuspedia mencatat total harta kekayaannya menyentuh angka Rp62,14 miliar. Jika ditarik mundur ke tahun 2018, sisa harta yang dilaporkannya kala itu hanya berada di angka Rp4,78 miliar—artinya ada lonjakan masif sebesar Rp57 miliar lebih dalam kurun waktu enam tahun.
Menariknya, meski pada LHKPN 2025 akumulasi total hartanya sempat terkoreksi turun menjadi Rp57,7 miliar, grafik pada sektor aset tidak bergerak justru menunjukkan tren sebaliknya.
Pada Tahun 2018 Aset tanah dan bangunan bernilai Rp4,7 miliar, selanjutnya di Tahun 2024 Nilai properti melejit drastis menjadi Rp45,9 miliar dan Tahun 2025 Kembali merangkak naik sebesar Rp4,8 miliar hingga menyentuh angka Rp50,7 miliar.
Pertumbuhan aset tanah yang konsisten dan masif ini dinilai berjalan beriringan dengan masa tugasnya dalam mengawal percepatan pembebasan lahan di Kabupaten Bogor.
Deretan Kendaraan Premium
Gaya hidup dan kepemilikan aset transportasi Jaro Ade pun tak luput dari perhatian. Laporan yang sama membeberkan bahwa ia mengoleksi sedikitnya 11 unit kendaraan roda empat bernilai fantastis. Di dalam garasinya, berjejer mobil-mobil premium keluaran terbaru dengan taksiran harga di atas Rp1 miliar per unit, termasuk di antaranya Hyundai Palisade (2024) dan Toyota Alphard (2023).
Di atas kertas, seluruh pergeseran dan penambahan harta tersebut telah dilaporkan secara berkala dan transparan melalui mekanisme LHKPN. Namun, transparansi ini justru dijadikan pijakan kuat oleh publik dan pegiat media sosial untuk menuntut pembuktian terbalik serta investigasi mendalam dari pihak berwenang guna memastikan keabsahan dan kewajaran asal-usul sumber pendapatan tersebut.
Respons Netizen: Desakan Audit Menggema
Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi respons kritis masyarakat, terutama warga Bogor, yang beramai-ramai menandai institusi penegak hukum agar segera mengambil tindakan konkret.
"Dari 4 Miliar ke 50 Miliar dalam hitungan tahun? kiiw coba di liat @official.kpk," tag akun @darasalya.
"Tolong KPK tengok-tengok dikit lah @official.kpk," tulis akun @11akhir.
"Tolong diaudit itu kenaikan hartanya wajar atau 'diwajar-wajarkan'? @official.kpk @kejaksaan.ri," desak akun @mayangsapitrii.
"Tugas baru pak mwehehe @official.kpk @kejaksaan.ri," sindir akun @ririn.mustirajin15.
"P @official.kpk ini naeknya hartanya sewajarnya aja jangan terang terangan gini jadi curiga saya sebagai warga bogor barat," ungkap akun @fajargapakees.
"Gimana ini kelanjutannya? Semoga diproses oleh kpk @official.kpk," harap akun @asepgarut87.***
Related Articles